Rabu, 14 Oktober 2015
#2 Respon terhadap Buku Arsitektur dan Lingkungan ( Ir.Heinz Frick)
Senin, 28 September 2015
Perubahan Iklim Global dan Peran Arsitektur
Peran Arsitektur dan Perubahan Iklim
Dalam Perancangan bangunan, sering kali kurang memperhatikan keselarasan dengan alam, dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam dan penggunaan teknologi yang tidak ramah terhadap alam. Oleh karena itu, perancangan bangunan secara arsitektur mempunyai andil besar memicu pemanasan global dan berakibat pada turunnya kualitas hidup manusia. Dari semua gejala alam yang sudah terjadi, kini sudah saatnya perancangan bangunan secara
arsitektur, lebih memahami alam melalui pendekatan dan pemahaman terhadap perilaku alam lebih dalam agar tidak terjadi kerusakan alam yang lebih parah. Sasaran utama dari upaya ini adalah tidak memperparah pemanasan global, melalui upaya rancangan arsitektur yang selaras dengan alam serta memperhatikan kelangsungan ekosistim, yaitu dengan pendekatan ekologi.
Pendekatan ekologi merupakan cara pemecahan masalah rancangan arsitektur dengan mengutamakan keselarasan rancangan dengan alam, melalui pemecahan secara teknis dan ilmiah. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan konsep-konsep perancangan arsitektur yang ramah lingkungan, ikut menjaga kelangsungan ekosistem, menggunakan energi yang efisien, memanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara efisien, menekanan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan daur ulang.
Semua ini ditujukan bagi kelangsungan ekosistem, kelestarian alam dengan tidak merusak tanah, air dan udara., tanpa mengabaikan kesejahteraan dan kenyamanan manusia secara fisik, sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Bangunan didirikan berdasarkan rancangan yang dibuat oleh manusia yang seringkali lebih menekankan pada kebutuhan manusia tanpa memperhatikan dampaknya terhadap alam sekitarnya. Seharusnya manusia sadar betapa pentingnya kualitas alam sebagai penunjang kehidupan, maka setiap kegiatan manusia seharusnya didasarkan pada pemahaman terhadap alam termasuk pada perancangan arsitektur. Pemahaman terhadap alam pada rancangan arsitektur adalah upaya untuk menyelaraskan rancangan dengan alam, yaitu melalui memahami perilaku alam., ramah dan selaras terhadap alam. Keselarasan dengan alam merupakan upaya pengelolaan dan menjaga kualitas tanah, air dan udara dari berbagai kegiatan manusia, agar siklus-siklus tertutup yang ada pada setiap ekosistim, kecuali energi tetap berjalan untuk menghasilkan sumber daya alam.
Arsitek dalam mendesain bangunan memandang iklim tidak sekedar sebagai masalah, melainkan sebagai sumber potensi. Berdasarkan penelitian di Lawrance Barkeley National Laboratory tentang hubungan bangunan dengan manusia menunjukkan bahwa:
• Produktivitas orang bekerja di dalam bangunan meningkat 7-13% dengan kualitas udara yang lebih baik.
• Produktivitas orang bekerja di dalam bangunan meningkat 15-50% dengan penggunaan cahaya matahari alami yang cukup.
• Pergerakan udara yang terbatas adalah penyebab utama “sick building syndrome”
• Pencahayaan artifisial memproduksi 2-4 kali lebih panas dari pencahayaan alami pada tingkat terang yang sama.
Manusia harus dapat bersikap transenden dalam mengelola alam, dan menyadari bahwa hidupnya berada secara imanen di alam. Akibat kegiatan atau perubahan pada kondisi alamiah akan berdampak pada siklus-siklus di alam. Hal ini dimungkinkan adanya perubahan dan transformasi pada sumber daya alam yang dapat bedampak pada kelangsungan hidup manusia. Perancangan arsitektur haruslah menjadi sistem yang sinergi antara komponen-komponennya sehingga menjadi sistem yang terus menerus dan berkelanjutan. Oleh karena itu pemikiran rancangan arsitektur yang menekankan pada ekologi, ramah terhadap alam, tidak boleh menghasilkan bangunan fisik yang membahayakan siklus-siklus tertutup dari ekositem sebagai sumber daya yang ada ditanah, air dan udara.
Sumber: https://rizkilesus.wordpress.com/2010/02/22/iklim-dan-peran-arsitektur/
Jumat, 08 Mei 2015
Harapan Seorang Ayah Yang Terwujud Karena Kerja Keras
Kisah pak Alex berawal dari sebuah postingan seorang penyiar radio GenFM di platform sosial Path. Akun bernama Ankatama mengunggah foto yang memperlihatkan pria paruh baya ini mengemudikan taksi dan menempelkan selembar foto anak bungsunya di panel dekatspeedometer.
Dalam caption foto tersebut Ankatama menuliskan:
"Mewek di pagi hari disponsori oleh supir taksi yang majang foto anak bontotnya. Pas gue tanya kenapa taro disitu? Jawabannya...: Biar semangat cari uangnya, nak. Minggu depan dia ulang tahun saya mau ajak dia makan di KFC. Sama beliin tas sekolah.’ Lalu aku apa? Ya CRY lah"
Curhatan Ankatama kemudian diunggah ke situs Facebook oleh akun One Day One Juz, bahkan kemudian sempat memenuhi Twitter dan mendapatkan respons yang beragam dari para netizen.
Tak hanya sampai di situ. Program TV Sapa Indonesia yang ditayangkan pada tanggal 2 Mei 2015, menggambarkan sekilas mengenai sosok sang sopir taksi. Di tengah kemacetan demo buruh, Pak Alex tetap gigih untuk mencari nafkah demi memenuhi keinginan sederhana sang anak. Foto anak bungsunya itu, selalu menjadi pengingatnya agar tetap semangat, bersabar, dan hati-hati dalam bekerja. Cerita Pak Alex juga menggugah franchise ayam goreng siap saji, KFC, untuk memberikan sebuah perayaan ulang tahun yang meriah untuk sang anak dan teman–temannya pada tanggal 6 Mei.
Kisah Pak Alex Ridwan hanyalah contoh gambaran kecil dan sederhana. Namun siapa yang mengira kisahnya begitu menyentuh hati sehingga mengundang respon positif dari masyarakat. Pak Alex mengingatkan kita tentang pentingnya untuk sabar, ikhlas, semangat, dan gigih dalam bekerja. Bagaimanapun keadaan hidupnya, Pak Alex tidak pernah putus semangat dan selalu bersyukur.
Tanggung jawab Pemimpin
1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator
Pandangan Hidup Islam
Pandangan-pandangan diatas telah cukup baik menggambarkan karakter Islam sebagai suatu pandangan hidup yang membedakannya dengan pandangan hidup lain. Namun, jika kita kaji keseluruhan pemikiran dibalik definisi para ulama tersebut kita dapat beberapa orientasi yang berbeda. Al-Maududi lebih mengarahkan kepada kekuasaan Tuhan yang mewarnai segala aktifitas kehidupan manusia, yang berimplikasi politik. Shaykh Atif al-Zayn dan Sayyid Qutb lebih cenderung mamahaminya sebagai seperangkat doktrin kepercayaan yang rasional yang implikasnya adalah ideologi. Naquib al-Attas lebih cenderung kepada makna metafisis dan epistemologis.
Kamis, 07 Mei 2015
Sudah Adilkah Hukuman bagi Koruptor di Indonesia
- Mari kita hitung-hitungan tentang keadilan hukum di negeri kita tercinta ini agar kita mengerti sudah adilkah hukuman bagi koruptor di Indonesia, sebagai contoh korupsi yang dilakukan mantan Makorlantas Mabes Polri Irjen Djoko Susilo yang dihukum 10 tahun penjara denda Rp 500.000.000 subsidier 6 bulan kurungan. seperti kita ketahui kerugian negara akibat perilaku koruptif Djoko Susilo adalah senialai 121 milyar tetapi hukumannya hanya 10 tahun penjara, hal ini tentu tidak adil dengan hukuman nenek rasimah di Jakarta yang mencuri piring yang dihukum penjara 4 bulan. jika piring itu kita hargaka Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) berarti hukuman untuk yang mencuri senilai Rp 250.000 adalah 1 bulan penjara. bagai mana dengan hukuman Irjen Djoko susilo?. mari kita hitung hukuman yang pantas bagi Irjen Djoko Susilo, nilai yang dikorupsi adalah Rp 121.000.000.000 dibagi dengan Rp 250.000 maka hasilnya adalah 484.000 bulan atau 40.333 tahun 4 bulan kurungan penjara, apakah usia Irjen Djoko Susilo mencapai 40.000 tahun?, jawabannya tidak. dan apakah hukuman 10 tahun itu adil? jawabannya juga tidak.
- Apakah mereka tidak termasuk kejam? mereka telah memakan hak rakyat yang seharusnya untuk rakyat demi kesejahteraan rakyat namun disalah artikan dan masuk ke kantong pribadi pada koruptor demi kesejahteraan hidup mereka sendiri.
Kini wilayah Nepal dan sekitarnya tengah mengalami gempa susulan yang membuat para warga takut untuk kembali ke rumah masing-masing. Meskipun sudah banyak bantuan makanan yang datang, masih dibutuhkan tambahan sebanyak kurang lebih 1,4 juta makanan. Tidak hanya itu, para korban gempa kini juga rawan terkena penyakit menular.
Menurut Surya Mohan Adhikari, seorang bupati dari Gorkha memberitakan bahwa hampir 90% warga kabupaten menjadi korban gempa berskala besar ini. Mereka kehilangan rumah dan persediaan makanan yang mereka miliki. Ia juga menambahkan bahwa sangat sulit menjangkau tempat mereka, ditambah dengan adanya angin dan hujan yang deras.
Para korban yang berada di pengungsian mengaku takut untuk kembali ke rumah. Di sana, mereka kekurangan makanan dan hanya mengonsumsi mie instan setiap harinya. Salah seorang pria mengatakan “Kami sudah berada di sini selama tiga hari dan kami hanya makan mie instan, tidak ada makanan lain yang bisa dimakan”. “Kami mendengar bahwa akan terjadi gempa susulan. Kami tidak akan meninggalkan tempat ini, tidak untuk sementara,” tambahnya.
Pemerintah Nepal kini sedang mengupayakan bantuan dari luar negeri, mulai dari selimut hingga tenaga medis. Rumah sakit di Nepal sudah tidak mampu lagi menampung jumlah korban yang terus bertambah. Kini sudah ada beberapa negara yang memberikan uluran tangan seperti India, China, Inggris dan Amerika.
Semoga bencana alam yang banyak memakan korban ini segera berakhir dan seluruh korban yang belum terjangkau bisa segera terselamatkan ya, Ladies. Karena terpisah jarak yang begitu jauh, marilah kita membantu saudara-saudara kita di Nepal melalui do'a. Semoga banyak nyawa yang masih bisa terselamatkan dan semoga para tim evakuasi selalu diberi kemudahan dalam proses pencarian. Amin.






